Karena lagi males nulis per paragraf, saya bikinnya per poin-poin aja. Lagi pengen cerita-cerita dikit.
How are you, Far?
Fine, great. I’m in the best state of my life.
What happened?
I just left ITB, recently starting a new life in a new university, di jurusan yang lebih aku minati. Aku bener-bener nggak mikir terlalu banyak waktu milih jurusan-jurusan di ITB. I was careless while choosing those major studies, dan itu fatal. Anyway, saya sudah di jurusan baru. Looking forward to the future, insya Allah. Oh, and alhamdulillah I’ve been wearing "kerudung" since two days ago.
What are you up to now?
Uhm, I’m currently up to a lot of things
Saya sangat tertarik mengenai studi saya di psikologi nanti, saya punya deretan buku-buku bagus di meja yang nggak sabar untuk ditamatkan, dan juga biasa, mencoba menulis novel kedua. Ngerjain 3 proyek, nyoba ngeliat yang mana yang tamat. Basi emang, lama banget keluar novel keduanya.
Kenapa sih sampai stuck gitu?
Well, kalau ada yang pernah denger, namanya SBS (Second Book Syndrome). Banyak penulis yang mengalami hal ini, dari dalam maupun luar negeri. Saya sudah baca-baca dan berusaha sebisanya untuk menghandle-nya. Tapi kayaknya usahanya masih kurang keras, hahaha. Second book syndrome ini sulit dijelaskan kenapanya. Entah karena pressure yang dialami penulisnya, standar yang semakin tinggi dari diri sendiri dan orang-orang, atau gimana. Kalo contoh-contoh terkenal misalnya Raditya Dika mengalami sindrom ini selama 1 apa 1,5 tahun. M. Robinson, peraih Pulitzer, menerbitkan buku fiksi keduanya 20 tahun setelah buku pertamanya. Harper Lee tidak pernah membuat buku kedua. So, ini adalah penyakit yang sedikit berat dan menyebalkan, hahaha. Karena saya sebenernya pengen banget nulis, tapi begitulah. Penulis laen sih banyak yang berhasil melewati fase ini.
Hoo. Terus?
Saya juga lagi menuju umur-umur dewasa dan lagi menetapkan jati diri, termasuk jati diri tulisan. Content "Dan Hujan pun Berhenti" cukup berat, angst, begitu pula mayoritas cerpen-cerpen saya. Hal ini kadang mengganggu oranglain, yang menyatakan kepada saya bahwa keliaran remaja, angst, tidak sepatutnya dituliskan. Mungkin karena menakutkan. Jadi saya juga awalnya sering merasa aneh dan ragu dengan tulisan sendiri, tidak mau menulis, karena keluarnya dark begitulah. Mungkin karena itu juga saya berat untuk menulis dan mengalami sindrom itu.
Jadi gimana akhirnya?
Saya akhirnya menerima bahwa gaya saya mungkin memang begini. Pada dasarnya saya tidak berpikir bahwa tulisan seperti itu tidak berguna atau sekedar menakutkan. Saya menulisnya untuk tujuan yang baik. Mengeksplorasi, membuka mata, sambil (kadang) berusaha memberi pencerahan. Karena itu adalah isu-isu yang jarang dibahas oranglain padahal penting sekali untuk dibahas. Saya sendiri baru sadar bahwa saya senang membuat cerita-cerita yang bergerak dari gelap ke terang. Awalnya, entah kenapa, memang biasanya ceritanya gelap, tapi saya senang sekali ending-ending dimana karakternya mendapat pencerahan.
Oh ya oh ya, saya bosenan. Jadi kalau ada sesuatu yang sama atau diulang dari satu buku ke buku lain, saya bisa kesel banget ngekngok. Ngambek deh.
Apa isu yang sedang menarik perhatian kamu sekarang?
1) Tentang Islam–perdebatan, hukum, filosofinya, 2) peristiwa besar yang menimpa Heath Ledger–lagi riset tentang dia, kehidupannya, psikologinya, struggle psikologisnya sebagai pekerja seni, 3) tentang gay, penulis, atheis, 4) Hampir segala hal, saya tertarik sama banyak hal yang bisa/sempat saya baca
Berat amat.
Biar keliatan pinter aja. Hwakakakakkakakak. Padahal saya jg tertarik sama Sophia Latjuba yang mau pindah ke Amrik dan jadinya Celia katanya putus ama Afghan wkaakkakaka. Gosip amet. Headline tabloid tuh, yang pernyataan terakhir. Kaga tau bener atau salah. Terus, apakah Sheila Marcia akan jadi menikah dengan Roger? A-PA-KAH mereka akan menikah? JENG JENG JENG
Harapan-harapan? Curhat-curhat?
Pengen banget nyelesaiin buku kedua. Pengen buru-buru selesai Ospek dan masuk kelas Psikologi >_< Oh ya, tidak bosan-bosan saya berkata, teman-teman, maap ya lama buku keduanya. Saya terus berusaha lho